Pages

Monday, November 30, 2009

USB Modem ZTE MF626



ZTE MF626 (T-Mobile U120)

HSPA 3,6Mbps* Download Speed
Plugs straight into your USB port for a Plug and Play installation for Windows and MAC Operating Systems.
Small, lightweight design.
Tri band 3G HSDPA/UMTS.
Quad band GSM/GPRS/EDGE.
Four colour LED status indicators.
 
Device Specifications
  • HSDPA/HSUPA/UMTS 850/1900/2100 MHz
  • GSM/GPRS/EDGE 850/900/1800/1900 MHz
  • HSDPA 3.6Mbps
  • UMTS DL/UL 384Kbps
  • USB 2.0 Interface
  • Microsoft Windows and MAC OS compatible
  • Compact size 69 x 26.5 x 12 mm
  • Weight 28g
  • Idle current approx 100mA, Max 450mA
  • Maximum Emitted Power 250mW in 3G, 2W in GSM
  • MicroSD slot support up to 4GB
  • Modem Unlocked (dapat menggunakan semua kartu SIM GSM)
* Kecepatan tergantung kepada beberapa faktor misalnya jarak ke tower operator, cuaca, halangan, dan faktor lainnya.


Dokumen terkait :

Software and Driver :
Windows 7 Driver (tidak perlu melepaskan modem dari port USB, jalankan saja driver ini)
Connection Manager for WinXP
Connection Manager for Mac

Harga Rp. 440.000,-

Sunday, November 29, 2009

Left, Right and Mid functions in C#

Pada dasarnya C# tidak menyediakan function Left, Right, Mid untuk mengeksekusi String, namun kita bisa membuat function sendiri. Bagi yang familiar dengan excel mungkin penggunakan Substring sedikit membingungkan karena sebenarnya karakter pertama pada substring menggunakan index 0 (nol), sedangkan pada fungsi Left dan Mid karakter pertama dengan index 1, untuk Right langsung jumlah karakter yang diinginkan.

Contoh:
string myString;
myString = "BUDIYANTO";



Left(myString,4) hasil BUDI
myString.Substring(0,4) hasil BUDI


MID(myString,3,3) hasil DIY
myString.Substring(2,3) hasil DIY


RIGHT(myString,5) hasil YANTO
myString.Substring(4,5) hasil YANTO

Berikut Fucntion untuk Left, Right, Mid :

public static string Left(string param, int length)
{
    string result = param.Substring(0, length);
    return result;
}
public static string Right(string param, int length)
{
    string result = param.Substring(param.Length - length, length);
    return result;
}
public static string Mid(string param,int startIndex, int length)
{
    string result = param.Substring(startIndex, length);
    return result;
}
public static string Mid(string param,int startIndex)
{
    string result = param.Substring(startIndex);
    return result;
}

Catatan UTS Pemrograman 3

Tulisan ini saya khususkan buat teman-teman peminatan PSI semester 7, tetapi tidak tertutup kemungkinan buat teman-teman dan pembaca lainnya. Berikut merupakan catatan yang dapat digunakan untuk membantu teman-teman dalam ujian Pemrograman 3 besok (moga2.. he....), file ini berlisensi GPL jadi silahkan ubah sesuai dengan kebutuhan, jika terdapat penambahan sekiranya catatan ini kurang lengkap tolong beri tahukan kepada saya sehingga saya dapat memperbaikinya lagi.

Silahkan download : NoteUTSP3
Revisi download     : NoteUTSP3-Revisi

Sedikit pembahasan tentang cara menerima inputan teks dari keyboard :
Hal yang perlu dilakukan untuk pertama yaitu melakukan import library yang diperlukan :

import java.io.BufferedReader;
import java.io.InputStreamReader;
import java.io.IOException;

import diletakan sebelum Public Class, agar tidak perlu meng-import satu-persatu, maka dapat dengan cara :

import java.io.*

Kemudian untuk menggunakannya kita harus memanfaatkan BufferedReader, seperti di bawah ini :

BufferedReader readIn = new BufferedReader(new InputStreamReader (System.in))

readIn merupakan sebuah variabel yang dibuat menerima input dari keyboard

Untuk Coding lengkapnya seperti di bawah ini :

import java.io.BufferedReader;
import java.io.InputStreamReader;
import java.io.IOException;
public class Main {
    public static void main(String[] args) {
        String name;
        name = "";
        BufferedReader readIn = new BufferedReader(new InputStreamReader (System.in));
        System.out.print("Input your name ");
        try
        {
            name = readIn.readLine();
        }
        catch(IOException e)
        {
            System.out.println("Error");
        }
        System.out.println("Hello " + name);
    }
}

Ingat!!! Jika masih kurang dan ada penambahan tolong beri tahu saya...

NB : Moga dapat membantu sedikit...(walau tidak banyak)

Saturday, November 28, 2009

Visual Studio under Linux



Seperti yang kita ketahui Visual Studio adalah software programming yang dibuat untuk Windows, yang selama ini Microsoft lindungi dari lisensi untuk menjaga agar orang lain tidak menggunakanya pada environmen non-Windows platform. Namun kali ini Microsoft partner Novell telah memberikan semacam plug-in untuk membantu Visual Studio developer dengan mudah membangun, mendebug, melakukan test, dan memporting aplikasi mereka yang dibuat melalui C# dari Visual Studio 2005 ke Linux, Unix, dan OS X dengan mudah.


Mono Tools for Visual Studio baru baru ini di release dan memberikan kesempatan kepada para developer untuk menggunakan knowledge yang mereka miliki dari IDE code dan berbagai macam tool untuk dapat digunakan pada non-Windows platform. Kabarnya software ini telah mampu berjalan pada Visual Studio 2008 yang nantinya juga akan mendukung Apple iPhone.



Plug-in menargetkan dan membukan kesempatan untuk para Windows developer yang ingin membangun .NET application, appliances, dan juga cloud images dengan menggunakan Mono for Linux, Unix, dan OS X. Mono Tools juga menyertakan fungsi Visual Studio debugging engine, integrasi dengan Visual Studio pull-down menu, dan tentu saja integrasi langsung dengan SuSE Studio Online, Novell service memberikan anda kesempatan untuk menggunakanya pada Linux distro lainya


Saat ini Mono Tools untuk Visual Studio memiliki 3 edisi Professional dengan harga $99 yang akan digunakan oleh para individual, Enterprise developer untuk organisasi $249, dan Ultimate dengan harga $2,499.

Cloud Computing


Cloud computing tidak lama lagi akan menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi yang dimaksud dengan teknologi ini. Akibat dari keadaan sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga melahirkan cloud computing, dimana teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.
Cloud sudah hadir di depan kita saat ini, namun apa itu cloud ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan bagaimana organisasi IT mempersiapkan ini ? itulah pertanyaan yang setidaknya akan hadir oleh beberapa praktisi ataupun peminat IT, Cloud computing pada dasaranya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng support business process. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:
Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.
  • Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
  • Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
  • Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
  • Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
  • Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.
Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan:
  • Infrastructure as Service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti  Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
  • Platform-as-a-service: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
  • Software-as-a-service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi denga Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti FaceBook.
Beberapa investor saat ini masih mencoba untuk mengekplorasi adopsi teknologi cloud ini untuk dijadikan bisnis sebagaimana  Amazon dan Google telah memiliki penawaran khusus pada untuk teknologi cloud, Microsoft dan IBM juga telah melakukan investasi jutaan dollar untuk ini.
Melihat dari tren ini kita dapat memprediksi masa depan, standard teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari banyak cloud service.

Lalu apa resikonya ?


Friday, November 27, 2009

Nilai UTS Lab. Jaringan Komputer

Dibawah ini merupakan jawaban dari soal UTS Lab Jaringan Komputer TA 2009/2010 :

Silahkan download : Jawaban UTS Lab Jaringan Komputer

Untuk melihat nilai UTS Lab silahkan download file dibawah ini

3SIMC : Nilai Ujian
Password : 3simc (huruf kecil)

3SIMB : Nilai Ujian
Password : 3simb (huruf kecil)

Bagi yang merasa kurang puas dengan nilainya silahkan email kasih saya atau post comment pada blog ini.

Keep Study Hard....

11 Solusi Open Source Cloud Computing



Teknologi cloud computing terus berjalan, dan banyak data center yang akan mulai mengaplikasikanya, hal itu juga berlaku untuk dunia Open-source software mereka juga terus berinovasi dan membuat sistem cloud computing yang lebih stabil, friendly dan lebih baik tentunya dari segi bisnis bersamaan dengan krisis ekonomi dunia, Cloud computing jadi semakin di galakan, dengan menawarkan berbagai macam jenis flexsibilitas dan hemat biaya dengan menggunakan cloud computing. Mengintegrasikan Cloud dapat menekan biaya penggunaan IT, dengan kapabilitas untuk memilih dan menggabungkan antara public dan private application. Berikut ini ada 11 top open-source cloud application uang diambil dari GigaOm untuk keperluan untuk, pelayanan, pendidikan, support, general item of interest, dan lainya.


  1. Eucalyptus. Ostatic menggemparkan berita dimana UC Santa Barbara membuat sebuah open-source cloud project tahun kemarin. Dikeluarkan sebagai open-source (dengan menggunakan lisensi FreeBSD-style) Eucalyptus dapat digunakan untuk infrastruktur cloud computing dalam cluster yang dapat menduplikasi fungsionalitas Amazon EC2, Eucalyptus secara langsung menggunakan command-line tool dari Amazon. Sebagai langkah awal Eucalyptus System terlebih dahulu membuat venture funding, untuk membiayai staff termasuk arsitek dari Eucalyptus project. Baru baru ini mereka mengeluarkan update software framework nya, yang juga dilengkapi dengan fitur cloud computing yang akan digunakan pada Linux Ubuntu versi terbaru.
  2. Red Hat’s Cloud. Salah satu pemain open-source terlama Red Hat memang telah memfokuskan diri pada cloud computing. Pada akhir juli kemarin, Red Hat membuka sebuah Open Source Cloud Computing Forum, yang berisi banyak persentasi mengenai ide perpindahan dari open-source untuk mengikuti teknologi cloud. Anda dapat mengikuti semua free webcast dari semua persentasi Redhat. Pembicaranya Rich Wolski (CTO dari Eucalyptus Systems), Brian Stevens (CTO dari Red Hat), dan juga Mike Olson (CEO dari Cloudera). Steven akan membawa anda mengenai strategi Red Hat terhadap cloud computing. Novell juga open source sedang mencoba untuk memfokuskan ke cloud computing, anda juga dapat membaca strategi mereka disini.
  3. Traffic Server. Yahoo kali ini berpindah ke open-source untuk memberikan inisiatif untuk mewujudkan cloud computing dengan memberikan donasi ke produk Traffic Servermemberikan kemudahan bagi para IT administrator untuk mengalokasikan sumber daya, termasuk didalamnya menghandle ratusan dari virtualized services secara online. kepada Apache Software Foundation. Traffic Server adalah sebuah sistem yang digunakan secara in-house oleh Yahoo untuk mengatur traffic mereka sendiri, dengan ini mereka dapat mengatur session management, authentication, configuration management, load balancing, dan juga routing untuk semua cloud computing software stack. Dengan kata lain Traffic Server
  4. Cloudera. Sebuah open-source Hadoop software framework yang saat ini mulai banyak di gunakan pada cloud computing deployment karena fleksibilitas nya yang tinggi dan menggunakan cluster-based, data-intensive queries tools ini jadi banyak disukai. Tentu saja ini terlewat oleh Apache Software Foundation, dan Yahoo juga memiliki time-tested Hadoop distribution sendiri. Cloudera nampaknya saat ini menjajikan untuk tahap awal yang memberikan support komersil untuk Hadoop. anda dapat membaca tentan Cloudera disini.
  5. Puppet. Adalah sebuah teknolosi Virtual server yang dapat di implemetasikan pada cloud computing, dan juga dapat digunakan sebagai Reductive Lab open-source software (kurang faham maksudnya apa), software ini dibangun dengan menggunakan Cfengine system, dan hebatnya banyak system administrator yang memanfaatkan software ini . Anda dapat dengan mudah mengatur berapapun jumlah virtual machine dan dapat melakukan automated routine, tampa harus melakukan complex scripting.
  6. Enomaly. Adalah Elastic Computing Platform (ECP) yang merupakan akar dari Enomalism open-source provisioning and management software, teknologi ini di desain untuk mengatur kompleksitas dari implementasi infrastruktur cloud. ECP adalah sebuah programmable virtual cloud computing infrastructure untuk ukuran kecil, sedang dan juga enterprise besar dan anda dapat membaca lebih detail disini.
  7. Joyent. Adalah sebuah software yang didirikan pada Januari awal tahun ini, yang memulai open-source cloud dengan memanfaatkan JavaScript dan Git. Infrastruktur Joyent cloud hosting dan cloud management software membuka banyak open-source tools untuk public dan private cloud.  Perusahaan ini juga membantu mengoptimasi kecepatan implementasi dari open-source MySQL database untuk penggunaan cloud use.
  8. Zoho. Banyak orang mengenal Zoho sebagai free, online application, yang menjadi pesaing dari Google Docs. yang terpenting untuk diketahui adalah bawasanya Zoho core adalah betul betul open source — sebuah contoh bagaimaa solusi SaaS dapat bekerja secara harmonis dengan open source. Anda dapat menemukan bagaimana Zoho mengimplementasikan open-source tool melalui interview mereka.
  9. Globus Nimbus. Open-source toolkit ini mampu merubah bisnis anda dari infrastruktur cluster menjadi Infrastructure-as-a-Service (IaaS) cloud. Amazon EC2 interface digunakan sepenuhnya namun ini bukan hanya sebuah interface yang dapat anda manfaatkan.
  10. Reservoir. Adalah sebuah inisiatif dari European research untuk mengembangkan virtualized infrastructure and cloud computing. Akhirnya membawa mereka untuk mengembangkan teknologi open-source untuk cloud computing, dan membantu para pengguna bisnis untuk menghemat biaya IT.
  11. OpenNebula. OpenNebula VM Manager adalah sebuah komponen dasasr dari Reservoir. Ia adalah sebuah jawaban open-source untuk berbagai macam jenis virtual machine management yang banyak di gunakan secara proprietary, Interface nya pun dapat dengan mudah dipahami dengan cloud infrastructure tools and services. “OpenNebula adalah sebuah open-source virtual infrastructure engine yang akan memberikan anda implementasi dan re-placement dari virtual machines pada physical resources,” menurut project lead mereka.
Nampaknya banyak open-source tools sudah mulai berkompetisi dalam dunia cloud computing. Hasil akhir dari ini tentu saja nantinya kita akan menemukan fleksibilitas dari organisasi untuk mengkostumasi pendekatan yang mereka inginkan. Open-source cloud akan memberikan potensi akan harga yang sangat kompetitif untuk mendapatkan service cloud.

Sumber : http://teknoinfo.web.id/11-solusi-opensource-cloud-computing/

Thursday, November 26, 2009

Nilai UTS Lab. Pemrograman Basis Data

Berikut nilai ujian UTS Lab. Pemrograman Basis Data untuk kelas 5SIPA TA. 2009/2010, download file di bawah ini

Download : Daftar Nilai

Password : 5sipa (huruf kecil)

Bagi yang merasa nilainya kurang memuaskan dapat post comment di blog ini atau email langsung kesaya...

Keep study hard....

Nilai UTS Lab. Sistem Komputer 1

Berikut nilai ujian UTS Lab. Sistem Komputer 1 untuk kelas 1SIPA TA. 2009/2010, download file di bawah ini

Download : Daftar Nilai

Password : 1sipa (huruf kecil)

Bagi yang merasa nilainya kurang memuaskan dapat post comment di blog ini atau email langsung kesaya...

Keep study hard....

Percepat Download Mega Upload



Online file share nampaknya telah merebak ke seluruh internet, yang tadinya di prakarsai oleh Rapidshare, kini banyak online file share bertebaran di internet yang salah satu pesaing ketatnya adalah megaupload. Biasanya, Jika anda ingin mendownload melalui megaupload maka pertama tama anda akan di haruskan memasukan keycode nya terlebih dahulu, lalu anda diharuskan menunggu beberapa detik, untuk menunggu proses download anda. kemudian barulah anda dapat mendownload file tersebut.


Lalu berikut ini ada sebuah trik yang dapat anda gunakan untuk mendownload file file megaupload dengan mudah dan cepat, tampa harus menjadi member, caranya adalah sebagai berikut:


Misalnya Anda ingin menunjungi:
http://www.megaupload.com/?d=85GT7Z2W


Tambahkan
mgr_dl.php setelah bagian .com/ so the new link becomes:
http://www.megaupload.com/mgr_dl.php?d=85GT7Z2W


Nikmati download tampa captcha, countdown, Full speed.

Rahasia Server Google


Google kali ini memberikan sedikit rahasia tentang server dan data center nya kepada cnet, tentu saja kita ingin tahu apa yang membuat teknologi yang digunakan google ini berbeda, sehingga anda dapat menemukan pencaharian dengan waktu yang sangat sangat singkat pastinya hal ini ditentukan oleh seberapa canggih setting data center yang dimiliki google.
Kebanyakan perusahaan besar selalu membeli produk server dari misalnya dari Dell, Hewlett-Packard, IBM, ataupun Sun Microsystems. Namun tidak untuk Google, yang notabene memiliki ratusan bahkan ribuan server yang berjalan pada core masing masing, google telah men designs server untuk mereka sendiri. Project ini di prakarsai oleh Ben Jai, yang telah mendesain/merakit berbagai macam jenis Google server, hingga akhirnya menciptakan sebuah Google server yang lebih modern dibandingkan sistem server lain yang membuat semua orang terkesima melihatnya.
Apa yang menarik pada server server yang digunakan pada google ?

Batere pada masing masing server

Tiap masing masing server google memiliki 12-volt battery untuk men supply power jika terjadi masalah pada pusat listrik. Google telah menggunakan teknologi ini sejak tahun 2005, data center ini telah di desain sedemikian rupa yang berukuran sebesar sebuah container yang didalamnya terdapat 1,160 server, untuk konsumsi daya, dapat mencapai 250 kilowatts.
Google ternyata telah lama fokus terhadap efisiensi energy yang kini mereka memberikan sedikit bocoran tentang pengalaman mereka. Bersamaan dengan terjadinya resesi mengakibatkan google harus menurunkan budget operation, ditambah lagi isu environmental dan harga energy yang terus meningkat membuat Google harus berubah menjadi efficiency evangelism, kata Urs Hoelzle, Google’s vice president dari operation division.
Akibat hal ini google harus memfokuskan data center mereka agar lebih efisien dalam hal menangani distribusi energi/daya, pendinginan, dan memastikan semuanya berjalan dengan benar dan efisien kata Chris Malone, yang terlibat dalam data center design and efficiency measurement. Google data center saat ini telah mencapai level yang efisien terhadap Environmental Protection Agency hingga 2011 tentunya dengan menggunaakn teknologi yang lebih advance.

Kenapa menggunakan baterai ?



Data center yang sudah-sudah sangat tergantung pada UPS yang berukuran besar, tersentral, hingga dapat dikatakan membutuhkan sebuah baterai raksasa yang harus hidup saat terjadi gangguan listrik sebelum generator membutuhkan waktu untuk hidup. Dengan membangun power supply khusus kedalam server akan lebih murah selain itu cost nya pun hanya dihitung dari jumlah server yang dimiliki.
“Tentu saja ini akan lebih murah ketimbang menggunakan UPS yang tersental” dan juga “tidak ada pembuangan kapasitas.”
Karena bagi google efisiensi merupakan sebuah faktor finansial. UPS berukuran raksasa mampu mencapai 92 sampai 95% efisien, sedangakan baterai server-mounted melakukanya dengan lebih baik , karena mereka dapat mengukur penggunaan energi aktual dengan efisiensi 99.9 %.”
The Google server di desain dengan ketebalan 3.5 inch 2U, atau 2 rack units. Masing masing server menggunakan 2 buah processor, 2 hard drive, dan 8 memory slot yang terpasang pada motherboard yang di desain oleh Gigabyte. Google menggunakan x86 processor baik dari AMD dan Intel, Google juga menggunakan desain battery untuk network equipment nya mereka juga.

Advanced Power Supply
Salah satu bentuk obsesi efisiensi Google adalah desain dari power supply mereka. Power supply seperti biasanya meng convert arus AC (alternating current–listrik dari gedung) menjadi arus DC (direct current–dari battery), dan power supply biasanya memiliki 5-volt dan 12-volt DC power. Namun untuk Google mereka men designs power supply hanya degan 12-volt power, sedangakan untuk proses konversi dilakukan dari fitur yang dimiliki motherboard.
Hal ini menyebabkan Google harus menambahkan biaya tambahan sebesar $1 atau $2 untuk mendesain motherboard, namun hal ini akan memper murah harga power supply, sehingga power supply hanya akan di desain dengan menggunakan kapasitas tertinggi. Google bahkan memperhatikan efisiensi yang lebih baik jika men trasmit energi listrik melalui kabel tembaga pada 12 volts dibandingkan dengan 5 volts.

Data center sebesar Container

Kebanyakan orang membeli computer server pada waktu mereka membutuhkannya, namun Google berfikir lebih berbeda khususnya dalam hal skala. Jimmy Clidaras menemukan kalau kebutuhan efisiensi yang mendasar pada google data center di komposisikan dengan shipping container yang berukuran standard 1AAA, didalamnya 1,160 server, yang didalamnya terdapat beberapa kontainer dalam sebuah data center.
Modular data center bukanlah hal yang unik bagi Google; Sun Microsystems dan Rackable Systems. Namun Google telah memulai menggunakanya pada tahun 2005.


Wednesday, November 25, 2009

Posting Tulisan HTML di Blog atau Website

Mungkin artikel ini sudah banyak dijumpai dimana-mana, awalnya terasa sangat menjengkelkan karena ingin posting artikel dengan sedikit tag HTML tidak bisa, setiap kali ingin diposting akan tampil halaman yang telah dikonvert menjadi tampilan web.


Setelah googlink akhirnya menemukan juga situs yang dapat menkonversi tulisan HTML agar bisa dipost pada blog atau website, untuk mencobanya klik aja link ini http://www.eblogtemplates.com/blogger-ad-code-converter/


Misalnya ingin posting tag seperti dibawah ini : 
<a href="ymsgr:sendIM?budiyanto_chen@ymail.com"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=budiyanto_chen@ymail.com&m=g&t=0"/></a>


jika tidak di-convert maka akan muncul seperti ini :





Selamat mencoba...



Tuesday, November 24, 2009

Status YM di Blog

Berawal dari penasaran, ingin memperindah blog serta mempermudah komunikasi akhirnya ketemu caranya buat pasang status "Yahoo Messenger" di blog, rupanya tidak sesulit yang dibayangkan hanya cukup copy and paste "tag html"-nya saja.


Langsung aja berikut tag html-nya  :


<a href="ymsgr:sendIM?budiyanto_chen@ymail.com"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=budiyanto_chen@ymail.com&m=g&t=0"/></a>


Nah, sekarang cukup mengganti :
  • ganti YahooID budiyanto_chen@ymail.com dengan YahooID Anda
  • terakhir pada tulisan merah t=0, itu merupakan icon YM Anda, anda dapat merubahnya 1 hingga 16, mungkin kedepannya bisa lebih dari itu. Tergantung pengembangan dari Yahoo


Berikut gambar YM :


Sunday, November 22, 2009

Langkah-langkah Membuat Yahoo Groups

Pertama-tama untuk membuat mailist / milis Anda bisa menggunakan YahooGroups, silahkan ketikkan pada browser Anda http://groups.yahoo.com/
Akan muncul halaman yahoo groups seperti yang tampak dibawah ini:











Friday, November 20, 2009

Instalasi Windows 7 di Flash Disk

Untuk menjalankan tutorial ini anda membutuhkan:
- USB Flashdisk, berkapasitas minimal 4GB
- File installer Windows 7 atau Windows Vista (kami tidak merekomendasikan file bajakan)
- PC dengan DVD/CD-ROM (bukan netbook)
Untuk menginstall Windows 7 dari USB Flashdisk, kita harus mempersiapkan sang flashdisk sendiri dengan langkah-langkah berikut:
1. Colokkan flashdisk dan backup seluruh data yang ada ke tempat yang aman.
2. Buka Command Prompt (cmd.exe) dengan wewenang Admin. Contohnya, klik Start Menu -> All Programs -> Accesories, klik kanan pada Command Prompt dan pilih Run as Administrator.
3. Ketahui info USB Flashdisk dengan perintah DISKPART. Kemudian ketik perintah LIST DISK untuk mengetahui penomoran Disk dari USB Flashdisk tersebut.






4. Jika diasumsikan, flashdisk berada dipenomoran Disk 1, maka tulis dan eksekusi perintah berikut:
SELECT DISK 1
CLEAN
CREATE PARTITION PRIMARY
SELECT PARTITION 1
ACTIVE
FORMAT FS=NTFS (tunggu proses format yang memang agak lama)
ASSIGN
EXIT
Sampai ke langkah tersebut, jangan tutup prompt, tapi cukup minimize saja.





5. Masukkan CD/DVD instalasi Windows 7, kemudian ingat huruf kandar dari media optik tersebut, misalnya DVD di “D” dan flashdisk di “H”
6. Maximize lagi prompt yang kita minimize pada langkah 4, kemudian tulis perintah:
D:CD BOOT dan tekan enter, dengan catatan D adalah huruf kandar DVD anda.
CD BOOT dan tekan enter
7. Instalasi Bootmanager ke USB Flashdisk dengan menggunakan perintah:
BOOTSECT.EXE/NT60 H: dengan H adalah huruf kandar USB anda.





8. Tinggal copy semua isi DVD instalasi ke USB Flashdisk
9. USB Flashdisk sudah dapat diboot dan menjalankan instalasi Windows 8. Yang tentu dibutuhkan adalah mengubah parameter awal boot ke USB dari HDD atau CDROM.


Catatan


Jika anda masih awam tentang komputer jangan ikuti tutorial ini,lebih baik serahkan kepada teman atau profesional untuk melakukannya. Tutorial ini telah diuji dan dijamin tak mendatangkan kerusakan jika dilakukan dengan benar. Kami tidak bertanggungjawab atas kehilangan ataupun kerusakan data dan sistem yang mungkin dialami. Tutorial ini mengambil visualisasi dan konsep dari IntoWindows.com


Blank CD & DVD

CD-R Merk LEADISK
10pcs @ Rp. 17.000,-
50pcs @ Rp. 75.000,-

DVD+R Merk PHILIPS
10pcs @ Rp. 40.000,-
50pcs @ Rp. 195.000,-

Thursday, November 19, 2009

Option iCON 431

Option iCON 431 (T-Mobile U530)

  • USB Option iCON 431 7.2Mbps HSUPA USB Stick
  • 3G Triple band 900,1900,2100 Mhz
  • MicroSD Card slot (support up to 8GB)
  • GlobeTrotter Connect Zero-CD (Auto-Plug & Play software sudah ada didalam Modem, tidak perlu menggunakan CD)
  • Size 76mm x 27mm x 13mm, Nett Weight 22g
  • Download Speed = 7.2 Mbps , Upload speed = 2 Mbps (Upgradeable to 5.7 Mbps)
  • USB 2.0 480Mbps interface
  • OS Compatible list : Windows 2000, Windows XP, Windows Vista & Mac OS



Sunday, November 15, 2009

Harddisk 2,5" + Case USB 2.0

External HDD2

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah, harga promosi

Saturday, November 14, 2009

Membuat Form Koneksi Database dengan VB 2005


Untuk membuat suatu aplikasi agar bisa dijalankan pada sebuah jaringan diperlukan sebuah form koneksi agar programmer tidak perlu lagi membuka source code aplikasi untuk merubah Connection String-nya. Hal ini sangat berguna jika aplikasi dijalankan pada komputer yang berlainan dengan database. Berikut ini saya membuat form untuk melakukan koneksi ke-database SQL Server 2000 dengan menggunakan Visual Studio 2005 dan koneksi yang dibuat disimpan pada file notepad dengan extention ".ini". Dalam hal ini saya juga menggunakan module agar bisa diakses disemua form nantinya.







Berikut source code-nya :



Source pada module


Imports System.Data
Imports System.Data.SqlClient
Imports System.IO

Module mdlConnection
Public sqlConn As New SqlConnection
Public sqlCmd As New SqlCommand
Public DA As New SqlDataAdapter
Public DS As New DataSet
Public SR As StreamReader
Public SW As StreamWriter
Private dbServer, dbUserName, _
dbPassword, dbDatabase As String
Public myPath As String = _
AppDomain.CurrentDomain.BaseDirectory
Private Sub winConnString()
sqlConn.ConnectionString = _
"Integrated Security=SSPI;" & _
"Persist Security Info=False;" & _
"Initial Catalog=" & dbDatabase & _
";Data Source=" & dbServer
End Sub
Private Sub ConnString()
sqlConn.ConnectionString = _
"Persist Security Info=False;User ID=" & _
dbUserName & ";Pwd=" & dbPassword & _
";Initial Catalog=" & dbDatabase & _
";Data Source=" & dbServer
End Sub
Public Sub OpenConn()
sqlConn.Close()

dbServer = ""
dbUserName = ""
dbPassword = ""
dbDatabase = ""

Try
SR = File.OpenText(myPath & "Connection.ini")
Do While SR.Peek <> -1
dbServer = SR.ReadLine.Trim
dbUserName = SR.ReadLine.Trim
dbPassword = SR.ReadLine.Trim
dbDatabase = SR.ReadLine.Trim
Loop
SR.Close()
If dbUserName = "" And dbPassword = "" Then
winConnString()
Else
ConnString()
End If
sqlCmd.CommandType = CommandType.Text
sqlCmd.Connection = sqlConn
sqlConn.Open()
Catch ex As Exception
MessageBox.Show("Connection Failed", _
"Connection Error", MessageBoxButtons.OK, _
MessageBoxIcon.Error)
frmConnection.ShowDialog()
End Try
End Sub
Public Function tryConnection(ByVal chxWin As CheckBox, _
ByVal dServer As String, ByVal dUserName As String, _
ByVal dPassword As String, ByVal dDatabase As String) _
As Boolean

dbServer = dServer
dbUserName = dUserName
dbPassword = dPassword
dbDatabase = dDatabase

If chxWin.Checked = True Then
winConnString()
Else
ConnString()
End If
Try
sqlConn.Open()
sqlConn.Close()
Return True
Catch ex As Exception
sqlConn.Close()
Return False
End Try
End Function
Public Function saveConn(ByVal dServer As String, _
ByVal dUserName As String, ByVal dPassword As String, _
ByVal dDatabase As String) As Boolean
Try
File.Delete(myPath & "Connection.ini")
SW = File.AppendText(myPath & "Connection.ini")
With SW
.WriteLine(dServer)
.WriteLine(dUserName)
.WriteLine(dPassword)
.WriteLine(dDatabase)
End With
SW.Close()
Return True
Catch ex As Exception
Return False
End Try
End Function
End Module



Pada form koneksi


Public Class frmConnection

Private Sub btnCancel_Click(ByVal sender As System.Object, _
ByVal e As System.EventArgs) Handles btnCancel.Click
Me.Close()
End Sub

Private Sub chxWindows_CheckedChanged(ByVal sender As System.Object, _
ByVal e As System.EventArgs) Handles chxWindows.CheckedChanged
txtUserName.Clear()
txtPassword.Clear()
If chxWindows.Checked = True Then
txtUserName.ReadOnly = True
txtPassword.ReadOnly = True
Else
txtUserName.ReadOnly = False
txtPassword.ReadOnly = False
End If

End Sub

Private Sub btnTest_Click(ByVal sender As System.Object, _
ByVal e As System.EventArgs) Handles btnTest.Click
If tryConnection(chxWindows, _
txtServer.Text.Trim, _
txtUserName.Text.Trim, _
txtPassword.Text.Trim, _
txtDatabase.Text.Trim) = True Then
MessageBox.Show("Connection Success", "Connection Success", _
MessageBoxButtons.OK, MessageBoxIcon.Information)
Else
MessageBox.Show("Connection Failed", "Connection Failed", _
MessageBoxButtons.OK, MessageBoxIcon.Error)
End If
End Sub

Private Sub btnSave_Click(ByVal sender As System.Object, _
ByVal e As System.EventArgs) Handles btnSave.Click
If saveConn(txtServer.Text.Trim, txtUserName.Text.Trim, _
txtPassword.Text.Trim, txtDatabase.Text.Trim) = True Then
OpenConn()
MessageBox.Show("Connection Saved Successful", "Success", _
MessageBoxButtons.OK, MessageBoxIcon.Information)
Me.Close()
End If
End Sub
End Class



Pembuatan form koneksi ini tidak menggunakan enkripsi untuk lebih aman dapat menggunakan enkripsi dan juga dapat disimpan pada registry.










Tuesday, November 10, 2009

Efek Compiz Fusion di Ubuntu 9.10

Compiz adalah package yang disediakan oleh Linux untuk untuk memberikan efek-efek khusus untuk desktop. Disarankan PC atau Notebook Anda memiliki VGA yang memadai untuk menghasilkan efek grafis maksimal. Berikut langkah-langkah setting compiz.



1. Install package compiz dari Synaptic Package Manager
2. Klik Applications, System Tools, Compiz Fusion Icon
3. Pada toolbar kanan atas akan muncul Icon Compiz
4. Klik kanan icon, pilih Settings Manager
5. Pada Compiz terdapat beberapa Category, misalkan kita pilih Category Effects




Photobucket



6. Klik Animations
7. Terdapat beberapa menu pilihan, diantaranya:
a. Close Animation, memberikan efek pada saat window diclose,misal klik New, pada Close effect pilih Airplane, Duration misalkan 200, pada Window match ketikkan baris berikut: (type=Normal | Dialog | ModalDialog | Unknown), pada option dikosongkan saja, close


Photobucket






b. Minimize Animation, memberikan efek pada saat window diminimize, misal klik New, pada Minimize effect pilih Explode, Duration misalkan 424, pada Window match ketikkan baris berikut: (type=Normal | Dialog | ModalDialog | Unknown), pada option dikosongkan saja, close


Photobucket




c. Open Animation, memberikan efek pada saat window baru dibuka,misal klik New, pada Open effect pilih Magic Lamp, Duration misalkan 200, pada Window match ketikkan baris berikut: (type=Normal | Dialog | ModalDialog | Unknown), pada option dikosongkan saja, close


Photobucket



Friday, November 6, 2009

Review Norton Internet Security 2010

Memilih antivirus hari-hari ini butuh kejelian. Tidak semua antivirus punya kemampuan yang sama. Ada yang piawai dalam membasmi virus tertentu, ada yang hanya mampu mendeteksi virus lokal.


Namun untuk membantu mengerucutkan pilihan dari deretan produk antivirus, disarankan untuk menengok review dari lembaga pengujian independen, seperti AV-Comparatives.org. Nah, untuk urusan deteksi ancaman, tiga lembaga uji independen – AV-Comparatives.org, AV-Test.org, dan Dennis Technology Lab – sepakat untuk menunjuk produk keamanan Norton, termasuk yang berbasiskan teknik Quorum, sebagai efektif memberikan perlindungan.


Dennis Technology Lab yang menguji efektivitas 10 produk keamanan saat membandingkan anti-malware menyebutkan Norton Internet Security 2010 tampil sebagai satu-satunya produk dengan deteksi sempurna” dalam menghadapi seluruh ancaman dan sepenuhnya melindungi sistem dari serangan atau infeksi.


Norton Internet Security 2010 juga dicatat oleh AV-Test.org yang melakukan uji di PC yang terinfeksi 25 sampel malware yang berbeda sebagai berhasil mendeteksi dan menghapus semua infeksi.








Sementara itu Norton AntiVirus 2010 diganjar rating “Advanced+” (tertinggi untuk perlindungan) oleh AV-Comparatives.org dalam Anti-Virus Comparatives Test No. 23. Symantec juga menerima rating “Fast” tertinggi untuk kecepatan scan.


“Seluruh pengujian tersebut mencakup benchmark-benchmark penting tapi sangat berbeda dalam pengujian keamanan. Namun semuanya sampai pada kesimpulan yang sama—Norton adalah penawaran terbaik di kelasnya,” terang David Hall (Consumer Product Marketing Manager, Asia Pacific, Symantec). “Produk-produk Symantec dengan teknologi keamanan berbasis reputasi kami yang baru dan heuristics canggih, menunjukkan kemampuan mereka dalam memberikan perlindungan terhadap jutaan ancaman dengan menjaga tingkat false positive paling rendah dan kinerja tertinggi di seluruh produk yang diuji.


Beberapa produk Symantec yang berteknologi Quorum adalah Norton 360 version 4.0 beta, Norton Internet Security 2010 dan Norton AntiVirus 2010.


Sumber : Kompas

Wednesday, November 4, 2009

Ubuntu Karmic Koala bares fangs at Windows 7

Ubuntu 9.10 - aka Karmic Koala - is taking the fight to Microsoft and its new Windows 7 operating system.
The Koala - due for its official release today - brings faster boot times, a revamped software installer, better disk encryption, online services, and quite a bit more to the popular Linux desktop.
We took the release candidate for a spin and are happy to report that while work remains, Ubuntu 9.10 has plenty of improvements and that it's well worth upgrading your current system.
For long-time Ubuntu fans, the most immediately noticeable change in Karmic Koala will likely be the new Software Center, the graphical utility for package management which replaces the traditional GNOME Add/Remove tool.
As it stands with the 9.10 release Software Center doesn't really do anything Add/Remove didn't, but the interface is considerably cleaner and will likely be easier for Linux newbies to navigate.
More interesting is where Canonical plans to go with Software Center in future releases. The goal is to eventually replace Synaptic, gdebi, some parts of the Computer Janitor, and possibly the Update Manager as well, with the all-in-one Software Center. Ubuntu also plans to offer commercial software through Software Center, though that won't likely happen until version 3.0 - currently Software Center is a 1.0 release.
The Karmic Koala software center




While Software Center looks great as is, and Canonical's plans call for an even brighter future, at the moment Software Center is essentially a prettier version of the familiar old Add/Remove.
Another bright spot in Karmic Koala is significantly faster boot times. This is an issue that goes beyond Ubuntu, with Microsoft making much of the improvements in Windows to make its latest operating system - Widows 7 - start faster than Windows Vista.
Ubuntu founder Mark Shuttleworth has been looking forward to a scrap with Windows 7 on netbooks and, earlier this year, his company Canonical announced plans to optimize Ubuntu's boot performance. The goal being to get the system up and running much faster.
Unfortunately, you won't get to enjoy the fruits in Karmic Koala, but the eventual goal is to deliver 10-second startups by the time Ubuntu 10.04 is released in 2010.
The boot time tests for the final release of Ubuntu 9.10 mirrored our earlier experience with the beta release - the average startup time was 26 seconds, with the Xorg starting around the 15-second mark.
The times are a little disappointing given that the eventual goal is ten seconds. But of course it's worth asking how often the average user actually boots up Ubuntu. Given its stability, most Linux users tend to just leave the system running indefinitely, making the faster boot time of dubious benefit.
Perhaps the most common use case for faster boot times are netbooks, where Solid-State hard drives are becoming increasingly common. Netbooks are an area Microsoft hopes Windows 7 will do well, compared to Windows Vista. Given that SSDs boot faster anyway, coupling them with Ubuntu's boot optimizations will likely make for some very fast boot times.
Encryption included
Under the hood of Ubuntu 9.10 there are some nice improvements including GRUB2, which is now the default bootloader, along with an improved AppArmor and disk encryption utilities.
Ubuntu has included the AppArmor enhanced access control framework ever since the 7.10 release. However, Ubuntu has never surfaced or promoted AppArmor as much as other distros like Fedora. That continues with Karmic Koala where, for example, there's a new Firefox sandbox policy, but it's disabled by default.
Still, AppArmor does get some love in Karmic Koala with new support for cache files. AppArmor gives you more access control to grant or deny system privileges on a much more granular level than is possible with Linux's default access scheme. The new cache element means that AppArmor is a bit faster to initialize on boot.
Also on the security front is a much improved disk encryption tool. Ubuntu has had block-level encryption for some time, but did not include the option on the LiveCD. More granular encryption arrived in Ubuntu 9.04, which allowed users to encrypt their entire home directory, but the option still wasn't part of the LiveCD installer.
However, this time around, the Ubuntu LiveCD installer will offer the option to encrypt your home directory - also configuring the swap partition for encryption.

BittLocker minus the up-sell


The entire hard drive encryption tools are still available via the alternate installer, but for most users interested in protecting their laptops should they fall into unknown hands, the LiveCD's home directory option should provide ample protection and still allows the automatic login feature to work.
For its part, Microsoft has been pushing file and hard drive encryption in Windows 7 - the latter with BitLocker. However, encryption comes at a price with Microsoft: BitLocker is only available in the most expensive version of Windows 7 available to consumers and individuals, Windows 7 Ultimate priced $219.99 for an upgrade and $319.99 new.
In another notable parallel with Windows 7, Ubuntu 9.10 comes with features that aren't actually a part of the operating system. Yes, we're talking about the Ubuntu One cloud storage tools that come baked in with the latest release.
For Windows 7, various pieces are excluded from the installation media but are downloadable as a Windows Live package. These include Live Call, Live Messenger and Live Drive - Microsoft's online data storage and file sharing service with up to 25GB of free storage.
When it comes to the Ubuntu One client software you'll find in the Karmic Koala you get a simple way to backup, sync and share files over the web. Ubuntu One offers 2GB of storage for free, with a 50GB option available for the price of 10 per month. Ubuntu One also offers public shared folders, which other Ubuntu users can access from their desktop. Anyone not using Ubuntu can still access the files through their browser.

Karmic Koala desktop

Similar in both price and usage to other cloud backup and sync solutions (like Dropbox), Ubuntu One lets you designate the files and folders you'd like to backup or sync between Ubuntu installs. Previously, using Ubuntu One required enabling the universal repositories, and installing the client software.
Sadly, in our limited testing the Ubuntu One site continually timed out and threw proxy errors so we never able to login and sync our files. If nothing else, we take that as a sign that the service is popular with Ubuntu users.
Since the Ubuntu 9.10 beta was released, Canonical has expanded Ubuntu One from simple file synchronization to backup of some application data. For example, Tomboy notes created in Ubuntu 9.10 can be synced through Ubuntu One as well as contacts pulled from Evolution.
In a further nod to online services, Ubuntu 9.10 is available for download in both ISO format - directly and via Bittorrent. The new twist, though, is that for the first time the Linux distro is also available as a Cloud image format for use with Ubuntu Enterprise Cloud and Amazon's EC2.

Filesystem first
In other changes, Karmic Koala is the first Ubuntu release to use the ext4 filesystem by default. Savvy users might already have made the leap to ext4 with 9.04, which included support for ext4, though stopped short of making it the default option.
Karmic Koala sees ext4 making its prime time debut and it brings some speed improvements along with it, especially in areas that involve a lot of disk writing like moving and copying large files.
There is one downside, though: you can't always mount an ext4 file system using ext3, so if you frequently access your Ubuntu system by mounting it in ext3 environments you may experience some problems.
On the application front, not a lot has changed in Ubuntu 9.10. The Pidgin messaging client has finally been replaced with Empathy, something other GNOME distros have also done. Empathy isn't just a new Instant Messaging client though, it brings with it a whole new framework known as Telepathy. More than just a Pidgin replacement, Telepathy offers baked in video-chat and VOIP support, two things that aren't even on the Pidgin roadmap.
However, Pidgin has legions of loyal users who may be less than thrilled about Empathy. While the two look similar, Pidgin has quite a few more bells and whistles. Fortunately for those that want no part of Empathy, a quick trip to the new Software Center is all it takes to get Pidgin back on your desktop.
Overall, then: Ubuntu 9.10 is a very stable and despite a few quirks - like needing to enable AppArmor settings by hand - a worthy successor to Ubuntu 9.04. ®


Reference : http://www.theregister.co.uk/2009/10/29/ubuntu_9_10_review/